Sunday, March 4, 2012
haruskah ku bertahan?
Tag
Menjerit,,hati ini tak sanggup
lagi menahan linangan air mata saat kau pergi. Kesalahan bukan hanya ada padamu,
tapi juga pada hatiku yang seharusnya tak tertulis namamu. Namun..kesalahan
bukan sesuatu yang harus disesali.
Kini hatiku menangis meratapi
semua yang terjadi, aku mencoba bertahan, tapi,, ternyata aku jatuh ditengah
jalan.. mungkin ini hanya satu kenangan, dimana didalamnya ada kau yang membuatku terluka. Namun dibalik kenangan
itu, aku belajar dan mengerti, bahwa semua yang ada takkan abadi.
Dan malam ini ku tak bisa tidur,
entah kenapa tiba-tiba hati ini rindu, dan otak ini tak mau berhenti
memikirkannya. Kenapa sampai sekarang ku tak bisa melupakanmu? Apakah aku telah
benar-benar buta karena cinta?jika ini memang benar, adakah obatnya? Adakah kaca
mata yang bisa membuat hatiku yakin bahwa kau memang bukan untukku?
Kenapa sampai sekarang aku belum
bisa menggapmu sebagai orang lain. Lagi-lagi otak dan hatiku berdiskusi. Entah untuk
yang keberapa kali aku berusaha melupakannya. Tapi makin dilupakan, makin ingat
aku akan kenangan-kenagan manis bersamamu. Ku coba obati rindu dengan memandang
foto, tapi kurasa itu belum tuntas mengusir rindu dihatiku.
Ternyata cinta membuatku benar-benar terpuruk, bahkan
ke dalam hatiku sendiri. Hanya lewat tulisan ini dapat ku curahkan segala
perasaan. Ku hanya berharap angin menyampaikan salamku. Bisakah..?kapan aku
bisa mengendalikan mataku, hatiku, cintaku dan otakku untuk berhenti
memikirkanmu, atau mungkin ku harus bertahan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)







No comments:
Post a Comment