"berhenti..tiii..tii..ti !!!" suara bergema, aku berteriak dalam sunyi, dalam isak yang tak mampu ku kendalikan. tak tau harus kemana ku curahkan semua ini. tak ada bintang yang biasanya berkelip menemani malamku, yang selalu mendengarkan curhatku, juga tak ada kamu yang selalu ada disisiku.
"masihkah rasa itu untuk ku dan hanya untuk ku??"aku bertanya pada diriku sendiri, tapi aku sendiri tak dapat menemukan jawabnya, akal sehatku bahkan berkata bahwa kau bukanlah siapa-siapa untukku, kau hanyalah bintang yang ada dilangit dan aku adalah setangkai bunga yang hidup dibumi, tapi aku percaya suatu saat akan ada bintang jatuh yg kan mengabulkan permohonanku dan kita kan bersatu..ya "bintang jatuh dan setangkai bunga" yang bersatu...
Dan ketika dingin merayapi malam, menusuk tulangku dan menyelimuti tubuhku, aku hanya ingin berada dalam dekapmu, mengusap wajah pucatku dengan belaian hangatmu, meninabobokanku dengan suara lembutmu dan menidurkanku dalam peluk cintamu. hingga mimpi indah hadir menyapaku.
Aku bagaikan putri bergaun indah dengan warna pink yang sangat lembut. menari bersama kupu-kupu beraneka warna dan bernyanyi bersama siul burung-burung yang begelayut manja di ranting pepohonan, saat terdengar derap kaki kuda mendekat, sebuah kereta muncul dikejauhan, mendekat,,semakin mendekat dan akhirnya berhenti di depan gerbang taman. tampak sepatu putih mengkilap turun dari dlam kereta,,"owhh,,siapakah gerangan yang datang" gumamku dalam hati sambil tak sabar menanti wajahnya muncul dibalik kereta. dan betapa kagetnya aku ketika yang datang adalah seorang pangeran tampan yang mengajakku berdansa diiringi musik nyanyian alam dan berjanji tak akan pernah lagi meninggalkanku. pangeran itu adalah kau
"uuuggghhh"sinar mentari pagi menyilaukan mataku, aku tersadar dari mimpi indah yang sebenarnya tak ingin ku akhiri. tapi mimpi tetaplah mimpi, aku hanya bisa berdoa semoga suatu saat mimpi itu bisa menjadi kenyataan, hingga kau dan aku tak akan pernah terpisahkan lagi.






No comments:
Post a Comment